Yah, enam bulan. Emang sih ga selama ibu mengandung (9 bulan 10 hari). Tapi bagi gue waktu enam bulan udah lebih dari cukup untuk bikin gue jadi lebih menghargai waktu. Waktu enam bulan yang gue maksud adalah “jedah” yang mesti gue lewati mulai dari gue menerima gelar A.Md hingga gue berhasil lulus tes program lanjutan ke jenjang S1. Lamaaaa…..banget rasanya karena selama itu pula gue harus menyandang status “pengangguran” Ckckck….
(-_____-").
(-_____-").
Sebagai pengangguran level pemula, pertama-tama gue dituntut untuk memiliki konsistensi akan rencana hidup. Sejak awal gue emang bertekat untuk ga dulu kerja dan fokus lanjutin kuliah. Namun melihat tawaran kesempatan kerja yang begitu banyak serta teman-teman yang banyak sudah diterima bekerja membuat tekat gue sedikit goyah. Gue pun mulai masukin berkas lamaran kesana-kemari, belajar psikotes dan TPA, membaca artikel tips dan trik wawancara, serta cari-cari info perusahaan yang qualified. Usaha gue ini ga bisa dibilang sia-sia begitu aja. Sebagian besar emang cuma sampe psikotes, namun ada juga yang sampe wawancara, dan ada beberapa juga yang keterima. Meskipun pada ujungnya gue ga jadi ambil tawaran-tawaran tersebut. Maklum, masih “ababil”. Hahaha….
Sampai suatu ketika gue sadar kalo gue udah cukup jauh keluar dari rencana awal. Melewati berbagai pertimbangan serta diskusi dengan orang-orang yang gue percaya dan layak memberikan masukan, akhirnya gue bulatin tekat untuk stay pada rencana awal. Kuliah!
Keputusan yang gue bikin ga boleh cuma sampe sebatas omongan. Gue mesti implementasikan dengan ga lagi membuka website-website yang menyediakan info lowongan pekerjaan, ga boleh terpengaruh dengan teman-teman yang telah lebih dulu sukses mendapat pekerjaan, dan berani bilang “tidak” pada setiap tawaran yang ada. Mungkin tar kalo gue udah mau lulus kali ya…(Insya’allah gue bakal nyusul temen-temen gue yang udah kerja, tapi bukan sekarang).
Salah satu hal yang terberat bagi seorang yang memilih jalan ini adalah ketika seseorang bertanya,
“Sibuk apa kamu sekarang?”
Per tanyaan yang sangat mungkin keluar dari setiap galongan orang-orang yang ada disekitar kita. Mulai dari teman, keluarga, dosen, adik/kakak angkatan, ibu kos, sampe tukang burjo. Ada-ada aja yang nanya kayak gini. Sebuah antisipasi jawaban yang cukup diplomatis yang biasa gue keluarin adalah;
“Busy doing nothing Pak/Bu/Bro…”
Yah, sedikit mengurangi kekecewaan mendalam dari pada harus bilang “nganggur” secara frontal...hahaha…
Sebenarnya sedikit tidak fear kalo kata “menganggur” digunakan untuk mendiskripsikan jedah waktu selama enam bulan tersebut. Toh, kenyataannya gue ga ngangur-nganggur amat kok. Gue sempatin banyak nulis blog, sibuk belajar soal-soal tes program lanjutan S1, les TOEFL©, sampe part-time jadi guru les private dan jadi tentor bimbel persiapan SNMPTN malah. Dan satu lagi, gue juga cukup sukses membudidayakan ikan hias peliharaan gue.
(^ ^)d
(^ ^)d

Tidak ada komentar:
Posting Komentar