“Ah, cemeen lo…!!” begitulah cara temen-temen Naruto ngegodaain dirinya.
Bukan, bukan karena Naruto goblok dalam mempelajari jurus baru atau pun gagal dalam misinya mencari Sasuke. Melaikan karena Naruto payah dalam menarik hati cewe. Emang sih, guru Kakashi di kelas ga pernah ngajarin Naruto jurus-jurus menaklukan hati cewe. Itu karena jurus tersebut sangat umum. Ninja-ninja pemula bahkan masyarakat awam sekalipun bisa mahir menguasainya.
Sayangnya hal ini tidak berlaku pada Naruto. Khusus urusan cinta, Naruto memiliki mental “jongkok”. Prinsip konservatif yang biasa ia terima pada mata kuliah Intermediate Accounting ternyata salah diinterpretasikan. Naruto selalu khawatir akan setiap kemungkinan terburuk dalam menarik hati cewe, takut ntar ginilah, takut ntar gitulah. Sehingga sejauh ini belom ada satu pun “action” yang berarti berhasil ia lakukan.
Btw sejak kapan Naruto belajar Intermediate Accounting??
Btw sejak kapan Naruto belajar Intermediate Accounting??
Ternyata sedikit banyak sindiran dari temen-temen Naruto menjadi beban pikirannya.
“Masa gue dibilang cemen sih?? Gue kan ninja nomor satu di Konoha” pikir Naruto sembari melamun.
Lantas ia pun segera mengambil hanphone, terus merem-merem, mikir gaya sms apa yang menarik buat ngajakin jalan seorang cewe. Bukti kalo ia berani action buat ngedeketin si cewe.
Sambil nunggu Naruto bikin sms, penulis kasih sedikit cerita deh tentang cewe yang dimaksud.
Cewe yang disukai Naruto tersebut bernama Hinata. Hinata Hyuuga lengkapnya. Seorang ninja manis yang kebetulan satu kampus dengan Naruto di nageri Konoha.
Hampir tiap hari mereka ketemu, namun sangat jarang mereka terlihat ngobrol berdua. Padahal jelas-jelas si Naruto menaruh hati padanya. Maklum, Hinata merupakan tipe ninja yang pemalu sama seperti Naruto. Bedanya Naruto hanya pemalu dalam urusan cinta, di luar itu Naruto merupakan sosok ninja yang rada gila dan suka seru-seruan bareng temen-temennya.
Kembali ke Naruto yang sedang sibuk nulis sms buat ngajakin Hinata jalan…
“Huuufth…udah nih, kirim ga ya? Kirim ga ya?” Naruto menimbang-nimbang…
Berikut isi smsnya kepada Hinata,
“Hey Taa, maen ke luar nyok? Boring nih weekend cuma nongkrong sendirian di kos…”
dan “click”, dengan sepenuh jiwa Naruto menekan tombol Send, berharap Hinata juga lagi ga ada kerjaan dan mau dah diajak jalan bareng.
Beberapa menit kemudian sms balasan diterima oleh Naruto.
Isinya
“Hey, kenapaTo? (maksudnya Naruto, bukan Parto).
Emang pada kemana temen-temen kosmu? Lagian kok tumben amat ngajaknya aku...haha…”
“Hey, kenapaTo? (maksudnya Naruto, bukan Parto).
Emang pada kemana temen-temen kosmu? Lagian kok tumben amat ngajaknya aku...haha…”
Dan balesan Naruto ke Hinata,
“Kan weekend mereka pada mudik Taa…”
“Haha…habis kayaknya cuma lo doang deh yang ga bakalan mudik kemana-mana…Lo sibuk apa?” (Naruto mencoba tetap netral, biar ga dikira psikopat ambisius)
Hinata ngebales,
“Bukan sibuk sih, tapi ini gue mau keluar soalnya. Mau ke negeri Ninja Pasir…
(Negeri tetangganya Konoha).
Bledaaarrr…..Naruto nyaris mati ngenes ajakannya ditolak. Dengan sisa-sisa tenaga dia mencoba ngebales sms lagi.
Isinya; “Yaaaahh…” cukup satu kata buat mengekspresikan kekecewaan Naruto.
Hinata pun kembali membalas,
“Haha…maaf ya To…”
“Udah kangen sama keponakan soalnya. Kapan-kapan lagi aja ya…:).”
Ternyata Hinata mau pergi ketempat sodaranya cuy, buat ketemu keponakannya yang baru lahir. Naruto lega, ternyata ajakannya ditolak bukan tanpa alasan. Lagian masih ada kesempatan kedua kok, cz Hinata bilang kan masih bisa kapan-kapan… haha…
Akhirnya Naruto menghabiskan waktu weekendnya hari itu hanya dengan berlatih jurus melempar Shuriken sendirian di kos. Hmmm…Naruto yang malang…ckckck…
Besok malamnya Hinata sms Naruto euy. Naruto girang bukan main. Naruto yang waktu itu sedang masuk angin tiba-tiba jadi fit kembali. Emang sih, sakit yang biasa Naruto alami merupakan seputaran penyakit-penyakit rendahan. Mulai dari masuk angin, cacingan, sampe mencret sering banget Naruto alami. Pernah suatu ketika saat bertarung melawan salah satu anggota Akatsuke ia kabur melarikan diri. Bukan karena lawannya terlalu tangguh, melainkan Naruto kebelet boker akibat makan sambal penyetan terlalu banyak.
Oke, kembali ke Naruto yang kegirangan karena Hinata sms.
Emang sih Hinata cuma sms nanya soal PR buat dikumpulin besok, namun sms mereka terus berlanjut ke topik canda-candaan. Mulai dari kisah Naruto yang gagal nyelesain game Angrybird, tentang guru ninja di kampus yang cute hingga bisa bikin Hinata mual-mual, sampe Naruto yang pengen bisa belajar bahasa bayi.
“Lumayan, bisa buat nambah-nambah skill di CV” pikir Naruto.
Pokoknya Naruto seneng banget malam itu. Apa lagi waktu Hinata ngucapain selamat tidur di akhir sesi.
Beeuuuuhhh….Naruto jadi makin pede buat menangin pemilu Hokage Konoha tahun depan
(ga nyambung).
(ga nyambung).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar